PCNA Karangmojo Gelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah
Karangmojo – Pimpinan Cabang Nasyiatul 'Aisyiyah (PCNA) Karangmojo menyelenggarakan Pelatihan Pemulasaran Jenazah pada Ahad, 5 Juli 2026, bertempat di Masjid Taqwa Sumberejo, Karangmojo. Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga menjelang waktu Zuhur ini mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangmojo.
Hadir mewakili PCM Karangmojo, H. Sadiya yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penguatan dakwah sosial Muhammadiyah yang sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya dalam menyiapkan kader yang memiliki kompetensi dalam penyelenggaraan pemulasaran jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.
Pelatihan diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya kader Nasyiatul 'Aisyiyah, Pimpinan Ranting 'Aisyiyah (PRA), serta kader Muhammadiyah di wilayah Karangmojo. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan, baik saat mengikuti penyampaian materi maupun praktik langsung.
Materi pelatihan disampaikan oleh H. Alfis Khoirul Khisoli, S.Kom.I., M.S.I. yang memberikan pemahaman mengenai tata cara pemulasaran jenazah sesuai syariat Islam. Beliau adalah akademisi, praktisi dakwah, dan tokoh Muhammadiyah yang menjabat sebagai Manajer Humas dan Al-Islam Kemuhammadiyahan di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Selain penyampaian teori, peserta juga mengikuti sesi praktik menggunakan alat peraga pemulasaran jenazah sehingga dapat memahami setiap tahapan, mulai dari memandikan, mengafani, hingga persiapan pelaksanaan salat jenazah.
Ketua PCNA Karangmojo, Dwi Ferawati, menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk tim rukti jenazah, khususnya untuk jenazah perempuan, yang dimulai dari tingkat ranting. Menurutnya, selama ini masih banyak wilayah yang mengalami kesulitan ketika membutuhkan petugas pemulasaran jenazah putri.
"Harapan kami, setelah pelatihan ini setiap ranting dapat mulai menyiapkan kader yang mampu menjadi bagian dari tim rukti jenazah. Dengan demikian, ketika ada warga yang membutuhkan, khususnya untuk pemulasaran jenazah perempuan, sudah tersedia tim yang siap membantu sesuai tuntunan syariat," ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, PCNA Karangmojo berharap semakin banyak kader yang memiliki bekal ilmu dan keterampilan dalam pelayanan umat. Pelatihan ini juga menjadi wujud kepedulian Nasyiatul 'Aisyiyah dalam memperkuat peran perempuan Muhammadiyah di bidang pelayanan sosial-keagamaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.